Rab. Jun 3rd, 2020

Klik Nasional

Informasi Kita

Marianto : Sudahkah Sungailiat Triathlon Bernilai Positif Bagi Daerah?

2 min read

Anggota DPRD Bangka Marianto. Foto : Hairul/klikbabel.com

Kliknasional.com, Sungailiat – Anggota DPRD Kabupaten Bangka Marianto meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bangka untuk dapat melakukan evaluasi dalam penyelenggaraan Sungailiat Triathlon. Terutama dalam menghadirkan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata.

“Ajang Triathlon ini sudah kedelapan kalinya tahun ini. Apa Pemkab Bangka dalam hal ini dinas pariwisata sudah melakukan evaluasi?” tanya Marianto, Rabu (4/3).

Marianto menilai, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka harus memiliki evaluasi dari penyelenggaraan tahunan ini. Sudahkah bernilai positif bagi daerah. Misalkan, pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata atau memberi nilai tambah untuk kesejahteraan rakyat melalui UMKM.

“Dengan penyelenggaraan kegiatan sebesar ini efek positif bagi daerah dan masyarakat apa, ini yang harus dipertanyakan,” tambahnya.

Apalagi menurut politisi PKS ini, dana APBD yang terserap untuk event ini cukup besar. Yakni mencapai Rp600 juta. Marianto menegaskan, jangan sampai tidak memiliki efek apa-apa.

“Kita ingin promosikan pariwisata kita dengan penyelenggaraan ini. Namun ini harus terus dievaluasi, apalagi menurut informasi jika tingkat hunian hotel, wisatawan lebih memilih daerah lain daripada di Kabupaten Bangka,” ucapnya.

Selain itu menurut Marianto, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka juga memikirkan even berkelanjutan bukan bersifat temporer atau musiman yang itu-itu saja. “Kreativitas diperlukan, jangan hanya even-even itu saja yang menjadi rutinitas belaka setiap tahun,” tutupnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Asep Setiawan mengatakan, jika Sungailiat Triathlon ditiadakan maka apa yang bisa diselenggarakan. Apalagi kata Asep pariwisata harus ada moment, event atau kegiatan sebagai daya tarik.

Ditanya soal efek positif dari Sungailiat Triathlon? Asep mengaku sudah terasa. Namun soal hunian hotel yang minim, Asep beralasan karena travel menggunakan kolektif dengan hotel-hotel daerah lain yang berjaringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *